Senin, 03 Agustus 2015

Daya Imajinasi (Bambang Suharno)



Pekerjaan Anda tidak akan pernah lebih besar daripada imajinasi yang Anda buat.
(Napoleon Hill)

Edgar Riza Boroughs (1875-1950) adalah penulis terkenal  dengan karyanya yang berjudul Tarzan of The Ape (1914), kisah tentang petualangan Tarzan, yang hingga sekarang terkenal di layar lebar maupun layar televisi. Sebelum menjadi penulis terkenal, Edgar  pernah bekerja sebagai buruh tambang, penggembala sapi, penjaga toko bahkan pernah juga menjadi tentara dan polisi. Sampai akhir hayatnya, ia menulis 60 novel fiksi dan 20 di antaranya cerita petualangan Tarzan.

Pada cerita petualangan Tarzan , Edgar dengan lancar menceritakan tentang hutan, berbagai peristiwa dan keadaan di benua Afrika. Tahukah Anda bahwa ia sama sekali belum pernah ke Afrika? Cerita tentang Afrika ia dapatkan dari teman-temannya yang pernah ke Afrika serta dari sumber-sumber bacaan. Hebatnya, kisah tentang Afrika dapat diceritakannya secara detail dan terasa sangat hidup. Edgar memiliki daya imajinasi yang luar biasa, dan mampu menguraikan dalam buku hingga dapat membawa pembaca ke imajinasi alam Afrika.  Tak ada yang menyangka bahwa sang penulis tak pernah menginjakkan kaki di benua Afrika.

Daya imajinasi telah lama menjadi bahan kajian para ahli.  Bukan hanya untuk membuat karya tulis fiksi sebagaimana Edgar, melainkan juga dalam bisnis dan kehidupan sehari-hari.  Cobalah Anda bertanya kepada anak kecil, “kelak kalau sudah besar mau jadi apa?’. Mereka dengan lantang menjawab mau jadi tentara, polisi, dokter, insinyur. Jawaban mereka merupakan hasil imajinasi setelah mengetahui berbagai macam profesi. Anak-anak yang ingin jadi jenderal, senang sekali melihat gambar jenderal,  mobil tentara, tayangan TV dan film tentang pimpinan angkatan perang.  Sayangnya, jarang anak-anak yang terus memelihara daya imajinasinya hingga dewasa.

Kebanyakan setelah sekolah daya imajinasi manusia mengalami penurunan. Mereka lebih banyak dilatih untuk berpikir logis, dan pada akhirnya segala hal disyaratkan untuk logis.  Ketika mereka menemukan bahwa menjadi  jenderal itu syaratnya sangat berat, mereka mulai berlogika untuk cari profesi lain yang lebih realistis.

Padahal para pemimpin hebat adalah mereka yang memiliki daya imajinasi besar. Mereka tidak mau imajinasinya  hanya menjadi catatan yang disimpan tanpa diketahui orang lain. Meski banyak cemoohan datang, mereka tetap menyampaikan hasil imajinasinya. Visi para pemimpin dunia adalah hasil dari imajinasinya.  Pernyataan Presiden AS John F Kennedy berikut ini bisa kita jadikan contoh.
 Kita menentukan sebuah pelayaran di lautan yang baru (perjalanan menuju bulan), sebab ada ilmu pengetahuan baru yang bisa diraih (teknologi Apollo) serta hak-hak baru untuk dimenangkan (peradaban di bidang teknologi), dan semuanya itu harus dimenangkan untuk digunakan bagi kemajuan umat manusia di seluruh dunia,kata Keneddy.

Sepintas, pernyataan tersebut nampak sederhana dan biasa saja. namun jika kita perhatikan konteks lahirnya pernyataan tersebut, baru kita merasa merinding. Pernyataan Kennedy muncul sebagai perwujudan visinya meluncurkan Apollo 11 dan mendaratkan manusia di bulan, tepatnya pada saat ia berpidato pada 25 Mei 1961. Ia mencanangkan visi tersebut dalam tenggang waktu sepuluh tahun. Jadi ia pertegas vision statementnya: mendaratkan manusia di bulan sebelum tahun 1970!
Kata Keneddy,  bangsa ini harus memiliki komitmen untuk meraih goal mendaratkan manusia di bulan dan kembali ke bumi dengan selamat sebelum akhir dekade ini.

Pada masa itu, proyek angkasa luar yang digagas Kennedy disikapi sinis oleh mayoritas masyarakat dunia, bahkan Kennedy banyak mendapatkan label sinting. Namun begitu, imajinasi besar itu tetap membuat Kennedy terus melaju dengan penuh percaya diri. Ia mendorong NASA dan menyemangati seluruh rakyat Amerika untuk mendukungnya.
Hasilnya, pada 20 Juli 1969 dunia menyakasikan, astronot Neil Amstrong yang dikirim NASA untuk menjalankan misi benar-benar berhasil menginjakkan kakinya di bulan! Cita-cita besar Kennedy tercapai, persis sebelum 1970. Kennedy sendiri tak sempat melihat astronotnya mendarat di bulan karena setahun sebelumnya dia terbunuh. 
Kehebatan Anda di masa depan tergantung seberapa besar daya imajinasi Anda.

Jeff Bezos, pendiri Amazon, mengatakan, kelak  setiap buku dalam berbagai bahasa dapat disediakan dalam waktu kurang dari 60 detik. Dari imajinasi ini, lahirlah toko buku online terbesar di dunia Amazon.com.  Sementara  itu pendiri google Larry Page dan Sergey Brin bermimpi bisa  mengelola informasi dunia yang dapat diakses gratis oleh setiap orang dimanapun berada.  

Dua puluh tahun lalu, tak terbayang ada berbagai informasi dapat diakses  dengan begitu mudah dan gratis. Itulah hasil imajinasi pendiri google. Bagaimana dengan Anda?***

artikel ini telah dimuat di majalah Infovet edisi mei 2015

Entri Populer