Rabu, 06 Agustus 2014

Membagi Pendapatan Yang terbatas


 
Berapapun uang yang kamu dapatkan, ingatlah  untuk selalu membagi uangmu ke dalam 5 bagian yang proporsional, agar hidupmu lebih berguna. ( Li Ka-Shing)


Li Ka-Shing
Li Ka-Shing adalah seorang miliarder Hong Kong yang menjadi satu-satunya orang Asia yang masuk dalam 10 besar orang terkaya di dunia. Ia lahir di Choazhou China tahun 1928. Masa kecilnya hidup prihatin karena ayahnya meninggal ketika dia berusia 12 tahun. Ia harus menyambung hidup dengan bekerja dari satu tempat ke tempat lain. Dan kini, berkat ketekunan dan kegigihannya ia memiliki Hutchison Whampoa Limited (HWL) dan Cheung Kong Holding, perusahaan operator terminal container dan pengecer produk kecantikan terbesar di dunia.

Beberapa waktu lalu saya menerima email dari Drh Olan Sebastian berisi petuah Li Ka Shing tentang bagaimana mengelola uang dengan bijak. Ia menguraikan sebuah rencana 5 tahun yang sangat inspiratif untuk mengubah nasib.

“Seandainya pendapatan bulanan kamu hanya sekitar Rp 4 juta, kamu bisa hidup dengan baik. Saya akan membantu membagi uangmu ke dalam 5 bagian,” pesan Li Ka Shing.

Kumpulan uang yang pertama, untuk kebutuhan hidup sehari-hari yang sangat sederhana. Anggarkan uang maksimal Rp 38 ribu per hari. Sarapan cukup dengan bihun atau mi, sebutir telur dan segelas susu. Makan siang pun sehemat mungkin. Untuk makan malam masak sendiri, cukup dengan 2 jenis sayuran dan segelas susu sebelum tidur. Untuk satu bulan, biaya untuk makan seperti ini kira-kira menghabiskan Rp 1,2 juta.

Kumpulan uang yang kedua, untuk networking, perluas jaringan pertemanan. Tentunya hal ini akan membuat Anda dikenal oleh banyak orang. Anggarkan tagihan telpon sekitar Rp 185 ribu, kemudian Anda bisa mentraktir teman 2 kali dalam sebulan, masing-masing  Rp 200-300 ribu. Siapa yang Anda traktir? Selalu ingat mentraktir makan siang untuk orang-orang yang lebih pandai atau memiliki wawasan lebih, yang lebih kaya, atau orang-orang yang telah membantu Anda berkarir. Pastikan melakukan ini setiap bulan. Setelah satu tahun, lingkaran pertemanan akan menghasilkan nilai yang luar biasa.

Kumpulan uang yang ketiga, untuk belajar. Sisihkan sekitar Rp 200 ribu untuk membeli buku. Karena tidak memiliki banyak uang, maka harus belajar. Bacalah buku itu dengan saksama dan pelajari pelajaran dan strategi yang diajarkan di dalam buku itu. Coba buat ringkasan buku dengan bahasamu sendiri. Coba berbagi  pengetahuan dengan orang lain tentang isi buku itu sehingga akan meningkatkan kepercayaan dan daya tarik Anda. Juga simpanlah uang hingga Rp 300 ribu untuk menghadiri sesi pelatihan. Ketika memiliki pendapatan tambahan, cobalah untuk berpartisipasi untuk pelatihan lanjutan.

Kumpulan uang yang keempat, untuk berlibur ke luar negeri. Manjakan dirimu dengan pergi berlibur minimal sekali dalam setahun. Teruslah tumbuh besar dari pengalaman hidup. Tinggallah di penginapan murah untuk menghemat biaya liburan.

Kumpulan uang yang kelima, investasi. Tabung Rp 1 juta dan kembangkan sebagai modal awal bisnis apapun yang penting halal. Walaupun rugi dan kehilangan uang, anda tidak akan kehilangan terlalu banyak. Bagaimanapun, ketika mulai mendapatkan uang, hal itu akan meningkatkan rasa percaya diri dan keberanian dan bisa mempelajari pengalaman baru dalam menjalankan bisnis. Ketika memperoleh uang lebih banyak, Anda bisa mulai melakukan investasi jangka panjang dan mendapatkan jaminan jangka panjang terhadap kekayaan financial Anda. Jadi tidak peduli apapun yang terjadi, akan selalu ada dana yang cukup dan kualitas hidup akan terjamin.

Nah, setelah berusaha selama setahun dan penghasilan masih tetap Rp 4 juta, itu berarti Anda belum sukses tumbuh sebagai seseorang. Anda seharusnya benar-benar malu terhadap diri Anda sendiri. “Pergilah ke supermarket dan beli tahu yang paling keras. Ambilah dan hantamkan tahu itu ke kepalamu karena kamu layak mendapatkannya,” pesan Li Ka-Shing.

Yusuf Mansur, ustad yang juga pengusaha, jika dikasih petuah ini, pasti akan menambahkan satu pesan. Ia mengatakan, jika mau kaya, sisihkan dulu pendapatanmu untuk bersedekah. Berapapun miskinnya, berbagilah dengan yang lebih miskin. Barulah sisanya untuk konsumsi dan investasi.

Petuah Li Ka-Shing, Yusuf Mansur maupun tokoh yang lain menegaskan bahwa hidup bisa didesain, karir bisa direncanakan, kebahagiaan bisa dipersiapkan. ***

Entri Populer